Gak Cuma Menulis! Kenapa Penting Belajar Excel untuk Content Writer?

Dashboard Content Writer Tracker di Excel
Dashboard Content Writer Tracker yang saya buat untuk memantau data artikel, views, earnings, dan deadline.

Tahukah kamu jika Content Writer itu perlu belajar Excel? Aku pun dulu agak heran mendengar 2 bidang tersebut, “Apa hubungannya Content Writer dengan Excel?” tanyaku dalam hati. Awalnya aku mengira menulis konten hanya membutuhkan skill menulis mengingat tugas utamanya menyajikan informasi dalam artikel. Jujur aku sempat mengabaikan hal tersebut beberapa tahun lalu setelah memutuskan switch career menjadi freelancer untuk content writing.

Namun pemikiranku akhirnya mulai terbuka, setelah menggeluti bidang penulisan konten. Aku pun menyadari jika profesi content writer memang tak semudah yang terlihat. Penulis konten itu bukan sekadar meramu kata agar jadi tulisan yang menarik untuk dibaca, namun ada proses di balik lembaran artikel yang ternyata membutuhkan keakuratan dan ketelitian dalam menjelaskan suatu informasi. 


Tak hanya itu, artikel yang sudah publish akan menghasilkan sejumlah data lanjutan yakni daftar judul artikel, performa pembaca, niche yang diminati, hingga nominal fee yang diterima. Bayangkan betapa ribetnya harus bolak-balik dashboard tiap platform hanya untuk mengecek jumlah kunjungan, data artikel, dan pembayaran fee. Saat itulah, aku sadar ada banyak data yang perlu dikelola dan betapa pentingnya mempelajari Excel agar bisa meringankan pekerjaanku.


Dibalik Pekerjaan Content Writer, Ada Banyak Data yang Harus Dikelola


Setelah klik tombol submit, pekerjaan content writer masih berlanjut, nih. Mulai dari rajin cek dashboard untuk memantau aktivitas penulisan seperti jumlah kunjungan pembaca, deretan judul artikel, performa pengunjung, bahkan info event. Ditambah harus sering intip Notes untuk melihat upcoming deadline, draft tulisan, menyimpan link artikel publish. Nah, semua data itu diperlukan oleh setiap content writer. 


Diantara data tersebut, performa pembaca atau views merupakan data yang gak selalu sama setiap harinya. Selalu ada perubahan tergantung jumlah pembaca yang mengunjungi artikel tersebut. Tak hanya itu, penulis konten juga diminta untuk cermat mencatat pembayaran dari tiap platform menulis. Semuanya merupakan data yang dikumpulkan untuk memudahkan pekerjaan content writer.


Kemudian, semua data yang diperoleh ini dicatat dan disimpan ke dalam Notes ponsel maupun notebook. Agar nantinya data yang terkumpul bisa memudahkan untuk ditinjau ulang sebagai referensi saat menulis artikel. Bayangkan betapa ribetnya dulu bolak-balik cek dashboard tiap platform hanya untuk melihat jumlah artikel yang publish, total views, serta deretan artikel teratas. Dari sinilah fungsi Excel aku butuhkan untuk bisa menyatukan beragam data tersebut dalam satu file.


Sulit Mengevaluasi Artikel dengan Banyak Data Tersebar


Sebelum menggunakan Excel, aku mencari data secara manual dengan mengunjungi dashboard tiap platform. Aku mencari data dengan scrolling daftar judul, melihat jumlah views, klik artikel, copy judul, niche, dan views kemudian paste di Notes. Kemudian ulangi lagi dari tahap awal untuk copy-paste tiap artikel yang berbeda.


Jadi begini siklusnya:

scrolling judul > lihat views > klik artikel > copy judul artikel > niche > link > paste di Notes > repeat. 


Urutan siklus copy-paste yang dilakukan secara repetitif ini ternyata lambat laun bikin capek. Awalnya semangat untuk rekap data, seiring waktu berjalan jadi merasa malas untuk mengevaluasi. Rasa enggan ini justru menguras energi, membuat sulit fokus, dan akhirnya memilih niche secara asal sehingga waktu pun terbuang karena terpaksa bolak balik antar aplikasi.


Peran Excel dalam Mengelola Berbagai Data Artikel


Berbekal pengalaman soal sulitnya mengevaluasi dengan banyak data yang ada. Tercetuslah ide membuat content writer tracker di Excel. Content writer tracker merupakan file yang terdiri dari beberapa sheet yang didalamnya merangkum berbagai data yang diperlukan untuk evaluasi.


File ini terdiri dari 4 sheet yang cukup untuk mewakili data artikel yang dibutuhkan saat ingin menentukan tulisan selanjutnya. Tracker ini cukup membantu pekerjaan saat mengumpulkan data artikel yang dibutuhkan sebagai referensi untuk tulisan selanjutnya.


Data Artikel Content Writer Tracker di Excel
Data Artikel Content Writer Tracker yang saya buat untuk memantau platform, niche, dan deadline.


Dalam tiap sheet memuat beberapa data, contohnya sheet Data Artikel terdiri dari judul artikel, platform, niche, hingga jadwal deadline. Diantara 4 sheet ini ada fitur yang jadi andalan yaitu sheet Dashboard. Alasannya simpel, aku gak perlu login berulang kali saat membutuhkan data artikel. Biasanya urutan saat menggunakan tracker ini dimulai dengan menginput judul, memilih niche, mengecek jumlah views, hingga melihat pendapatan fee (Earnings).


Salah satu manfaat yang didapatkan dari penggunaan tracker ini adalah aku bisa menghemat waktu dalam pekerjaan freelance. Setelah tracker ini jadi aku pun baru sadar, "kenapa gak buat dari dulu ya?" Bahkan saat belajar Excel sewaktu remaja, baru kali ini aku merasa kalau Excel ternyata menyenangkan untuk dipelajari. Padahal sebelumnya aku sering melewatkan materi Excel, mengingat aneka rumusnya yang sering bikin pusing kepala. Kini dengan Excel, banyaknya data dari beberapa aplikasi bisa dirangkum satu tempat dengan lebih rapi. Dan yang terpenting aku gak perlu login aplikasi berkali-kali untuk mengecek ulang data.


Karena ada data, aku bisa mengambil keputusan yang lebih baik


Tracker ini membantuku dalam menghemat waktu pada pekerjaan administrasi. Terutama sheet Dashboard yang merangkum semua data tampilan seperti Total Artikel, Views, dan Earnings. Di dalamnya juga memuat Top 5 Articles, yang bisa langsung dilihat tanpa harus repot login ke dashboard platform. Ditambah adanya tabel Upcoming Deadline yang mengingatkanku akan jadwal deadline tulisan tanpa perlu buka Notes berulang kali. Sehingga aku bisa lebih fokus mengerjakan tugas utama penulisan seperti riset dan menyusun outline artikel dengan maksimal. 


Aku pun juga memanfaatkan file ini untuk menentukan niche artikel berikutnya dengan cara melihat jumlah views dari tiap artikel yang publish. Alasan memilih niche berdasarkan views yang banyak, karena menurutku niche tersebut cukup disukai pembaca. Setelah menentukan niche, proses berlanjut ke tahap mencari ide dan topik bahasan yang sesuai niche sebelum akhirnya masuk ke penyusunan outline.


Selain itu, content writer tracker yang sudah dibuat dapat dijadikan screenshot sebagai lampiran dari portfolio saat ingin melamar kerja atau dijadikan bukti nyata untuk pitching ke klien. Dengan tracker ini mereka bisa mengecek sendiri rangkuman data yang terkumpul dan jika ingin melihat langsung artikelnya ada atau tidak, tinggal klik langsung link yang tertera di sheet Views. Penggunaan content writer tracker lebih menghemat waktu, mempermudah pekerjaan, tampilan makin rapi dan yang terpenting gak perlu sering login platform aplikasi terus menerus.


Dengan adanya tracker ini aku menyadari suatu hal, apapun profesinya tentu akan menemukan banyak data yang perlu dikelola untuk pekerjaan. Agar gak mumet dan capek bolak-balik antar aplikasi, lebih baik jika rangkuman data tersebut disimpan dalam satu tempat yang bisa memuat banyak data sekaligus dengan rapi.


Sebelum memasuki bidang penulisan konten, aku mengira jika menulis dan data adalah 2 bidang yang berbeda jauh dan gak ada hubungannya. Namun setelah bergelut sebagai content writer beberapa tahun terakhir ini, aku akhirnya memahami kalau keduanya saling berkaitan dan bisa melengkapi untuk mempermudah pekerjaan. Pekerjaan content writer itu bukan sebatas menulis artikel, klik tombol submit, dan tunggu hasilnya.


Namun juga ada kelanjutan setelah artikel tersebut publish yaitu menghasilkan data-data yang tersebar di beberapa tempat dan perlu untuk dikelola. Disinilah peran Excel ada untuk menyatukan data-data tersebut agar bisa diakses dalam satu tempat. Jadi gak cukup punya skill menulis aja, akan tetapi sebagai content writer juga membutuhkan skill lain terutama dalam mengelola data agar efisien dan lebih rapi.


Selepas membuat content writer tracker versi awal, terlintas ide untuk membuat tracker versi lanjutan dengan dashboard berisi tabel yang cukup lengkap. Oleh karena itu, gak ada ruginya untuk belajar Excel lebih awal, nih. Karena kehadiran Excel justru mempermudah pekerjaan saat perlu merangkum banyak data dalam satu tempat.


Untuk kamu yang ingin mengembangkan kemampuan dalam mengelola dan menganalisis data serta membuat tracker versi sendiri. Kamu bisa gabung langsung dalam Program Data Analyst bootcamp with Excel dari DQLab. Program ini bisa jadi tahap awal yang tepat untuk mendalami kemampuan Excel serta memahami pekerjaan berbasis data, loh!


Baca juga: DQLab Bootcamp Excel for Data Analyst.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Mengikuti Pelatihan di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD)

Cara Membeli Pelatihan Kartu Prakerja Melalui Tokopedia

Pentingnya Upgrade Skill Kekinian untuk Berani Maju dan Review serta Manfaat Skill Academy